Monday, December 4, 2017

Jatim, Kabardaerah.com- Terkait kebijakan Pemerintah Gresik dalam upaya pembangunan alun-alun yang menui kritik keras dari berbagai aktivis.

Sebelumnya pada Selasa (5/9/2017) lalu, telah terjadi aksi demo dari warga Gresik menolak revitalisasi alun-alun Gresik. Namun aksi tersebut malah berakhir dengan penahanan 3 dari 7 aktivis yang ikut dalam aksi tersebut.

Tiga aktivis yang masih ditahan adalah Imam Fajar Rosyidi (23), Rizqi Siswanto (22), dan Abdul Wahab (43) yang akan menjalani sidang kembali pada tanggal 6 Desember 2017 mendatang. Mereka ditahan setelah ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka perusakan fasilitas umum pada saat aksi ‘save alun-alun Gresik’.

Merasa kadernya dan aktivis Gresik terdzolimi, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur berencana melaksanakan aksi damai dan solidaritas.

Ketua Umum PKC PMII Jatim Zaenuddin mengatakan bahwa aksi yang akan digelar ini berdasarkan solidaritas untuk menegakkan keadilan.

“Ini adalah bentuk solidaritas menuntut keadilan atas penahanan 3 aktivis save alun-alun,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telephone, Senin (4/12/17).

Pihaknya mengatakan bahwa akan mengerahkan masa sebanyak 1500 aktivis. Peserta aksi yang akan hadir adalah kader utusan dari berbagai cabang PMII se Jawa Timur atas surat intruksi yang telah di sebar sejak 23 November 2017 lalu.

Rencananya, aksi ini akan dilakukan pada hari Selasa (5/12/2017) besok di depan gedung Kejaksaan Negeri Kota Gresik dan dilanjutkan ke Pemerintah Daerah Gresik.

Dua tuntutan yang akan diusung adalah menuntut kepada Kejaksaan untuk membebaskan 3 aktivis pejuang tolak revitalisasi alun-alun Gresik, dan menuntut kepada Pemda Gresik untuk tidak melanjutkan proses revitalisasi alun-alun Gresik. (Ais)

Sunday, December 3, 2017

02 Desember 2017, Persemian Rumah Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lamongan. Telah Terlaksana dengan lancar dan kondusif serta begitu asyik dan guyub, karena seluruh kader lintas generasi dari berbagai wilayah di Lamongan berkumpul. Mereka yang hadir memiliki latar belakang profesi yang bermacam - macam namunn satu yang mereka bawa ketika hadir. YAITU MEREKA KADER PMII. 

Dengan diresmikannya Rumah Besar Pergerakan ini semoga memberikan manfaat dan mendorong semangat gerakan kepada seluruh kader dan menjadi satu ikatan yang terjalin dalam sebuah ruang besar. Menjadi tempat melakukan kegiatan apapun yang sifatnya untuk organisasi dan kemajuannya. Dengan ini pula terkira akan memberikan kemudahan bagi berjalannya roda organisasi karena memiliki kantor tetap yang tidak lagi  ngontrak tak tentu. Namun harus digaris bawahi bahwa rumah besar ini haruslah bermanfaat, dengan arti para kadernya harus mampu memanfaatkannya sebaik mungkin. Apalagi dengan keadaan PMII Lamongan yang kurang kondusif, berharap dengan acara kemarin bisa lebih meneduhkan suasana dan mempererat tali persahabatan guna membangun gerakan yang masif di wilayah Lamongan ini. semoga......aminnnnn ya Rabbal Alamin...

sekali bendera dikibarkan 
hentikan ratapan dan tangisan
tangan terkepal maju kemuka

SALAM PERGERAKAN !!!!


by : Santri Pergerakan

Tuesday, November 28, 2017

Abdul Muhaimin Iskandar merupakan salah seorang politisi dan aktivis yang sangat peduli kepada perjuangan demokrasi. Dia sangat aktif sejak menjadi mahasiswa di UGM dan PMII dalam melawan otoritarianisme dan sentralisasi. Muhaimin sangat menyukai bidang jurnalis, bahkan pasca sarjananya mengambil program manajemen komunikasi di sebuah Universitas Negeri di Jakarta.

Sebagai wadah perjuangannya, karir politiknya dimulai ketika dia bersama para senior NU ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa. Setelah menjadi Sekjen PKB, kemudian dia menjadi anggota DPR sebagai ketua fraksi. Lalu dia menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidziah PKB periode 2002-2007.
Ayah tiga anak juga pernah menjadi memimpin Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 1994 hingga 1997. Jabatan lainnya yang pernah dia capai adalah menjadi Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Perindustrian perdagangan dan pembangunan.
Karir pria yang sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin ini makin menanjak. Kini dia menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) sejak 22 Oktober 2009. Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan, SBY mengarahkan agar mantan Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004 ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. SBY juga mengamanatkan agar memperhatikan pendidikan dengan dunia kerja sehingga menghasilkan tenaga kerja yang menguasai bidangnya.
Sebagai menakertrans, dia sangat peduli dengan kehidupan karyawan di Indonesia. Pada permasalahan outsourcing, dia melihat istilah tersebut sangat kabur. Apalagi sistem hubungan industrial yang beberapa bulan terakhir ditolak serikat pekerja itu, sebetulnya tidak ada dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Cak Imin berharap, semua pihak termasuk media massa, tidak lagi menggunakan istilah outsourcing ataupun alih daya.
Selain itu, dia juga memperjuangkan nasib para TKI yang dianiaya. Muhaimin mengirimkan surat protes kepada satuan tugas tenaga kerja Indonesia di Malaysia karena ada salah satu TKW yang diperkosa. Dia memprotes keras peristiwa pemerkosaan TKI yang dilakukan oknum kepolisian Malaysia. Meskipun pelaku kejahatan telah ditangkap, Muhaimin terus melakukan pendampingan kepada warga Indonesia yang bekerja di Malaysia juga pengacara.
Muhaimin termasuk seorang politisi senior di DPR, dirinya terpilih untuk kedua kalinya, sejak DPR Periode 1999-2004 hingga Periode 2004-2009. Hal tersebut menunjukkan Muhaimin masih dicintai oleh konstituennya dan menjadi penyambung lidah rakyat. Di Parlemen, menurut Muhaimin, dirinya akan berusaha berjuang agar DPR menjadi motor pembaharuan dari sistem ketatanegaraan.

Bagi pria kelahiran Jombang tersebut, hidup adalah perjuangan. Hidup adalah bagaimana bisa bermanfaat bagi manusia lainnya. Sementara itu, disela-sela kesibukannya, dirinya masih menyempatkan diri untuk menulis dan membaca bahkan beberapa buku telah ditulisnya.
Dirinya masih menyempatkan mengisi acara di beberapa radio yang mengangkatnya sebagai konsultan utama. Di sisi lain, kesuksesan yang diraihnya tidak terlepas dari peran dan dukungan keluarga. Tidak heran, disela-sela waktu luangnya, Muhaimin selalu menghabiskan waktunya untuk keluarga

Friday, November 24, 2017

Dalam berbagai hal, posisi perempuan selalu masih subordinat kaum laki-laki.Dalam berbagai hal wanita masih mengalami diskiriminasi. Misalnya saja gaji perempuan selalu lebih rendah dari laki-laki, kata Anggia Ermarini. Di depan peserta Kongres(PP Fatayat), Anggi berjanji akan menjalankan program yang sudah digariskan oleh NU. Sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, Fatayat juga harus menjadi organisasi yang profesional dan lebih progresif dalam mengabdi kepada masyarakat.Ke depan prioritas Fatayat NU menata organisasi lebih profesional. Kita wajib bangga organisasi kita. Tugas Fatayat NU badan otonom lebih progresif, katanya. Sekadar diketahui, Anggia Ermarini terpilih menjadi Ketua Umum Fatayat NU periode 2015-2020 pada kongres XV di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (22/9) malam. Mantan pengurus PMII Malang itu terpilih secara aklamasi dalam pemilihan yang hanya berjalan beberapa menit saja.Menetapkan sahabat Anggia Ermarini sebagai pimpinan pusat Fatayat dan mengarahkan agar saudara Anggia melaksanakan program NU sampai tahun 2020, kata pimpinan Hj. Wartiah pimpinan sidang. Anggia dipilih secara aklamasi oleh 90 persen peserta kongres. Para peserta kongres sangat antusias ketika Anggia ditetapkan oleh pimpinan sidang.

Sunday, November 5, 2017

Paciran, 5 November 2017
Pk.Pmii stit alfattah bersama alumni mapaba 2017 mengagendakan follow up 1 mapaba 2017 yang di ikuti 27 dari 42 peserta mapaba , Follow up yang artinya adalah mendalami kembali materi materi yang di sampaikan di Mapaba yang di laksanakan pada bulan lalu peserta di bagi menjadi 5 kelompok fokus diskusi yang terdiri dari kelompok KePmiian,NDP,keislaman,keindonesiaan dan Gender untuk kesempatan kali ini follow up di laksanakan di tempat terbuka (pantai) tepatnya di pantai Kelayar yang termasuk wilayah Kec.Paciran follow up yang di agendaka oleh Pengurus Komisariat ini di bagi menjadi dua waktu yang pada kesempatan kali ini membahas dan mempertajam materi Kepmiian Ndp dan keislaman untuk materi selanjutnya akan di bahas pada kesempatan berikutnya , maksud dan tujuan follow. Up ini di laksanakan di tempat terbuka selain untuk mempertajam pengetahuan tentang materi juga dilaksanakan sebagai agenda merefleksikan otak setelah kegiatan Uts di kampus dan sebagai penanaman nilai dasar pergerakan (hablum minal alam)

Biro Pers dan media Pmii stit alfattah

Tuesday, October 31, 2017

Siman,Jum'at 27 Oktober 2017
Pmii stit alfattah (stitaf) melaksanakan kegiatan hallaqoh pergerakan dengan tema "pemudah hari ini pemimpin masa depan" agenda yang secara khusus di hadiri oleh sahabat Aly ashar yang merupakan salah satu pengagas berdirinya Pmii di kampus stit alfattah yang sekarang juga masih aktif di dunia perkuliahan lagi , namun bukan menjadi mahasiswa tetepai sudah menjadi seorang yang sangat penting di perguruan tinggi yang ia pimpin , Stai Hasan Jufry (Bawean) Kab.Gresik.
Dalam sesi awal sahabat Aly ashar mengenalkan diri kepada beberapa sahabat sahabat yang baru ia lihat karena agenda tersebut banyak di hadiri anggota baru (Alumni Mapaba2017)
Sahabat Aly ashar bercerita tentang awal mula berdirinya Pmii yang saat itu di Pimpin Oleh sahabat Anhari sebagai ketua Komisariat pertama Stit alfattah
Banyak tantangan yang harus di hadapi oleh pemuda pemudi (Mahasiswa Stitaf)
Pada masa awal berdirinya PK.PMII STIT ALFATTAH hingga bertahan di tahun ke 17 ( sekarang).
Pemuda sebagai pemimpin masa depan bahwa sebenarnya di Pmiilah proses awalmula seorang Pemuda (aly ashar)
Di proses hingga menjadi sekarang begitu pula dengan sahabat Founding father Pmii lain yang sekarang memetik buah dari hasil proses tersebut. Hingga pada akhirnya sahabat sahabat Komisariat banyak yang bertanya yentang kesibukan beliau sekarang dan ia menjawab dengan simple yakni membaca buku. Tanpa membaca buku ilmu kita hanya awang awang tanpa bisa di jelaskan secara ilmiah.