Tuesday, February 5, 2013

Musonnif (pengarang):
K.H. Muhammad Hasyim As`ari. Rois akbar jam`iah Nahdlotul Ulama` dan pendiri pondok pesantren Tebu Ireng Isi Kitab: Tentang apa itu as-sunnah dan bid`ah. Masalah-masalah esoterisme (seputar orang mati dan tanda-tanda hari kiamat), dan berisi nasehat-nasehat.
Ikhtisar/deskripsi: Merupakan satu dari banyak kitab yang dikarang oleh pemimpin besar Nahdlotul Ulama` dalam rangka menyelamatkan aqidah  warga Nahdliyyin. Seperti kitab lainya qonun asasi, isi daripada kitab ini merupakan ulasan lengkap tentang sunnah dan bid`ah —yang adalah inti diskursus mengenai aswaja (perspektif pesantren), dengan pendekatan teks hadist. Misalnya, hadist terkenal yang meramalkan pecahnya ummat Muhammad menjadi 73 golongan. Dalam kitab ini K.H. Hasyim Asy`ari bermaksud meluruskan kesesatan pemahaman tentang terma “sunnah” dan “bid`ah” yang banyak diserang dari segolongan orang yang mengaku dirinya pembaharu (para revivalis). Dengan slogan-slogan TBC-nya (takhayaul, bid`ah, k©hurafat) mereka meng`olok-olok aqidah ahlussunnah wal jama`ah dengan mengatakan bahwa ziarah qubur, tahlil, baca yasin untuk orang mati, qondangan, adalah bagian dari kesesatan (syirik) dan penyelewengan ubudiah yang tidak berdasar.
Dari keseluruhan isi kitab, mungkin yang harus diberikan porsi pemahaman dengan sejelas-jelasnya adalah mengenai sunnah dan bid`ah, terlebih setelah konsep as-sunnah dan bid`ah ini bersentuhan dengan tradisi kebudayaan lokal jawa, sehingga mampu menjadi Islam yang khas Indonesia. Definisi sunnah misalnya, pengarang kitab menerangkan sebagai berikut: Sunnah miturut lughot berarti adalah jalan—meskipun sebuah jalan yang tidak diridloi. Sedangkan menurut makna istilah adalah sebuah jalan—yang diridloi, yang ditempuhi oleh rosulullah dan selain rosulullah (sahabat, tabi`in, salafus sholih) dalam urusan agama. Sebagai catatan, maka harus dibedakan mana persoalan agama dan mana bab tentang kebudayaan. Sebagaimana sabda nabi, “Pegang teguhlah sunnahku (baca: tradisi atau tingkah laku) dan sunnah-sunnah para penggantiku yang telah menadapatkan petunjuk semuanya”.  Lawan dari sunnah adalah bid`ah.
Adapun bid`ah adalah (dengan mengutip pendapat Syeikh Zaruq dalam kitab `Iddatul Murid)  memunculkan atau meng`ada-adakan persoalan baru—yang tidak ada pada zaman rosulullah—dalam urusan agama, kesanya persoalan tersebut adalah bagian daripada agama, padahal tidak. Supaya lebih jelas, biasanya bid`ah dapat dibedakan menjadi bid`ah hasanah dan bid`ah sayyiah. Lebih terinci lagi, Imam Ibnu Abdu as-Salam membagi bi`ah menjadi lima: (1) Wajib, seperti belajar ilmu nahwu demi pemahaman atas al-Qur`an, (2) sunnah, (3) haram, seperti madzhab Qodariah/jabbariah/Mujasamah, (4) mandub, seperti mendirikan pondok/madrasah, (5) mubah, seperti salaman setelah sholat.
Mbah Yai Hasyim As`ari membagi isi kitab dalam beberapa fasl, terdapat sepuluh bab. Secara berurut sepuluh bab itu adalah: (1) tentang sunnah dan bid`ah; (2) tentang pegangan muslimin penghuni jawa atas madzhab ahlussunnah wal jama`aah, dan awal kemunculan bid`ah dan penyebaranya di tanah jawa, dan ragam bid`ah yang ditemukan pada zaman sekarang; (3) tentang garis-jalan salaf sholih, apa yang dimaksud dengan “as-sawad al-`a`dhom”, dan pentingnya meneguhi salah satu dari empat madzhab; (4)tentang wajibnya taqlid teruntuk orang yang belum mampu berijtihad; (5) tentang keharusan berhati-hati dalam beragama dan mengambil ilmu, takut akan fitnah yang dibawa oleh ahli bid`ah dan orang munafiq dan para imam sesat; (6) tentang teks hadist dan atsar yang menerangkan tentang dihilangkanya ilmu dan turunya kebodohan, pengingat dan pemberitahuan nabi S.A.W. atas perkara yang datang belakangan adalah jelek dan bahwa ummatnya akan mengikuti perkara baru yang bid`ah dan mengikut hawa nafsu, dan sesungguhnya agama hanya tertentu (seakan barang antic) untuk sebagian orang; (7) tentang mengalirnya dosa atas orang yang mengajak kepada kesesatan; (8) tentang perpecahan ummat Muhammad menjadi tujuh puluh tiga golongan, penjelasan tentang golongan yang sesat, dan penjelasan tentang golongan yang selamat yaitu ahlussunnah wal jama`ah; (9) tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat; (10) tentang teks hadist atas mendengarnya orang yang sudah mati atas pembicaraan orang hidup, pengetahuan orang mati atas siapa yang memandikanya, membawanya, dan yang menaruhnya di kubur, hidup dan kembalinya ruh ke jasad.
Dari sepuluh fasl tersebut, bab nomor dua oleh musonnif dibahas secara berlebih.  Dijelaskan: Pada awalnya kaum muslim di tanah jawa adalah golongan yang satu, satu kata sepakat dalam pemikiran dan bermadzhab, satu sepakat dalam mengambil dalil dan rujukan, untuk urusan fiqih semua muslimin mengambil madzhabnya Imam Muhammad bid Idris, dalam persoalan aqidah (usulul ad-din) mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy`ari, dan tasawwuf kepada Imam Ghozali atau Imam Abu hasan as-Syadzili. Hanya belakangan kemudian banyak bermunculan pemikiran baru.
Tahun 1330 hijriah adalah awal dari ditandainya periode perpecahan itu, telah nampak golongan lain yang berbeda, perbedaan-perbedaan pendapat, satu diantara yang lainya saling tarik menarik. Bahkan sampai berani mengkufurkan dan mengolok dengan tuduhan sesat dan bid`ah. Sebagian golongan itu terdapat orang-orang yang mengambil pemikiranya dari Muhammad bin Abdul Wahab dan Rosyid Ridha, mengambil ‘bid`ah’nya Muhammad bid Abdul Wahab an-Najdi,  dan Ahmad Ibnu Taimiah dan dua muridnya Ibnu Qoyyim dan Ibnu Abdul Hadi. Mereka semua merupakan orang-orang yang mengharamkan perkara dimana para muslim (generasi awal) kebanyakan menganggap sunnah perkara tersebut, seperti perihal ziarah qubur.
Dan masih banyak hal lain yang belum disampaikan dalam ringkasan ini, yang dibahas oleh K.H Hasyim Asy`ari.
Sy. Ibnu Syihab.



Monday, January 28, 2013

Dalam kajian kali ini,pembahasannya mengenai SPO(strategi Pengembangan Organisasi) yang menjadi  obyek pembahasannya adalah organisasi intra kampus yang ada di stitaf yaitu DEMA,di mulai dari sejarah singkatnya,bahwa nama DEMA tidak begitu saja muncul karena pada tahun 2005-2006 nama organisasi di kampus stitaf itu masih menggunakan nama SEMA dan nama DEMA itu sendiri muncul pada tahun 2006-2007 hingga sampai saat ini dan pada saat itu masa kepemimpinan kakak abid yang saat ini menjadi nara sumber pada pelatihan leadership pada kesempatan kali ini.Adapun kenapa pergantian nama itu di lakukan??dari kak abid sendiri menjabarkan secara singkat dan lugas bahwa SEMA itu merupakan system kuno di tambah juga pada saat itu mahasiswa yang ada di stitaf berparadigma layaknya seorang siswa yang mana gerak-gerik dari dosen tidak ada tentangan sedikitpun dari mahasiswa,padahal seorang mahasiswa seharusnya sudah mempunyai pendirian sendiri dalam menerima sebuah kebijakan bukan hanya di atur oleh kebijakan orang lain seperti saat masih sekolah jadi beliau punya inisiatif untuk meruntuhkan paradigm seperti itu dengan memeperbarui system baru dalam organisasi intra kampus stitaf yaitu dengan mengganti namanya dengan DEMA,jadi secara garis besar beliau merupakan pendiri dan presiden pertama dalam kerajaan DEMA yang hingga saat ini tongkat estafet kepemimpinan di pegang oleh sahabat shoim asyhari.semoga apa yang di harapkan dari kak abid bisa terus berlanjut dan di pertahankan oleh pemimpin-pemimpin DEMA saat ini dan di masa mendatang..amin
Saya hanya akan meringkas apa yang saya baca saat pelatihan hari ini,kata pertama yang keluar  dari kak abid seperti ini:perpustakaan??kualitas dosen??pertanyaan yang menjadi dasar paradigma dalam mengembangkan intelektual seorang maasiswa.jadi bisa di tarik kesimpulan dari dua factor itu bisa di katakana menjadi kualitas seorang mahasiswa yang ada di kampus,di mulai dari perpustakaan.sudahkah tempat refrensi itu bisa memenuhi kebutuhan para mahasiswa yang benar-benar terbentuknya karakter dan daya kritisnya di saat dia membaca.di lanjutkan dari kualitas dosen??akankah sudah mumpuni menjadi pengajar serta pembimbing bagi para pemuda yang memiliki tongkat bangsa di ketua tangannya.saya kira inilah sedikit problem yang ada dalam kampus stitaf.
Setelah problem di atas harusnya menjadi acuan para mahasiswa untuk menalar kebijakan-kebijakan yang ada di kampus khususnya untuk kinerja para pengurus DEMA yang mana dari kritikan beliau DEMA itu seakan-akan berada dalam bayang-bayang ketua 3 dengan kebutuhan dema butuh dengan ketua 3 bukan ketua 3 yang membutuhkan DEMA seperti halnya mahasiswa yang kurang akan prinsip dengan seorang mahasiswa seakan-akan membutuhkan kampus bukan kampusnya yang membutuhkan kita sebagai mahasiswa.Bisa di buka sedikit untuk menalarnya.Sekarang UKM yang di hapus pada 2006 tapi karena alasan dari dosen,UKM malah di gunakan kembali adapun alasannya seperti ini:1.untuk mengetaui nilai padahal subtansi yang ada pada UKM itu sama pada UAS ataupun UTS dengan pola yang sama yaitu dari pembayaran.dengan kata lain subtansi itu bertumpu pada kenyataan subtansi keutungan yang di dapat dari pembayaran padahal apa yang ada susgguhlah kurang,mulai dari fasilitas kita masih minim,dosen kurang berkualitas,DLL.
Bisa di ambil contoh,Pada zamannya kak abid soal penolakan UKM,beliai menggerakan semua smester untuk mogok karena di rasa UKM hanya membuang uang tanpa kualitas ataupun kuantitaf kampus yang memadai.di sinilah kita sebagai DEMA harus lebih bisa menganalisa keadaan kampus yang real dan benar-benar real.jadi perkembangan ini di mulai dengan dalam kampus lewat kebijakan-kebijakan yang dengan alimnya kita terima,khususnya bisa dengan menganalisa badget.
STITAF itu butuh mahasiswa bukan malah sebaliknya,pradigma ini yang harus di pegang teguh dan menyebar pada mahasiswa-mahasiwa lain,lah anjuran dari beliau harus belajar dari kampus lain sebelum membahas perkembangan organisasi dari luar kalau dari dalam dulu..organisasi stitaf untuk mengembangkannya lewat organisasi dari wilayah sekaran,maduran,atau sekitarnya dengan cara mengembangkan informasi dengan organisasi-organisasi sekitar daerah stifaf ini jika ingin bisa di kenal luas dan kalaupun mau di kenal di kalangan dosen lewat 2 model yaitu baiklah dengan sebaik-baiknya dan sebaliknya dengan artian jangan takut dengan resiko apa yang akan di berikan dosen terhadap sikap yang akan kita ambil karena haruslah paradigm itu di rubah dari kampus yang membutuhkan kita(mahasiswa).contohnya menggerakan dari 50 anak untuk merubah system di kampus yang sangatlah minim dan menjadi mahasiswa yang sesungguhnya dan dema yang benar-benar menjadi badan elit di dalam kampus stitaf.
“bukalah dialetika kita yang tidak hanya berada dan angkrem di kampus sendiri saja”inilah yang sangat di harapkan oleh kak abid.
Di kampus ada PMII,lah jaringan sangatlah perlu dengan berkomunikasi dengan organisasi lain.karena pada akhirnya semua ini benar-benar sangat di perlukan untuk mengembangkan sayap kita agar tidak bingung saat kita membutuhkan pada waktu nanti untuk masuk dalam sebuah lembaga dan dema pun seperti itu karena untuk melebarkan sayap.dari beliau dengan banyak jaringan akan memperkaya kazanah akal fikir(logika) dan membanyak kesempatan serta peluang sedangkan dari agama itu mempererat tali silaturrahmi antar umat.
Support boking jaringan,dengan membangun informasi dari sekitar wilayah terus melebar dan seterusnya.tapi problem kita sekarang ini itu MALESSSS !!!!
PERTANYAAN
1.Bagaimana untuk menggairahkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan dalam atau luar kampus?

a.situasi dan kondisi,dengan apa yang di harapkan teman2 dengan sebuah pencapaian(kerepe arek2 opo?)dengan pemetaan yang di buat seorang presma untuk turun ke per semester
b.mendesain untuk merangsang dari apa yang di harapkan para maasiswa
c.hingga bisa merubah paradigm para mahasiswa yang cupu atau tidak memperdulikan tentang      paradigm mahasiswa sesungguhnya
Dengan intinya pengurus DEMA haruslah kreatif !membaca setiap poin di atas untuk menarik mahasiswa pada jalur intelektual seorang mahasiswa yang kritis yang tercanangkan dalam visi misi presma dan sekjen sekarang ini.dari awal sederhana tapi menjadi mesin inti yang menggerakkan perangkat-perangkat lain dari maasiswa 1 menjadi virus untuk mahasiswa lain.kembali lagi dimana paradigma kampus yang di butuhkan mahasiswa dari mahasiswa yang di butuhkan kampus.
2.Apakah cita-cita kita?
                Apapun itu,kita harus focus pada apa yang kita inginkan dan juga kita akan lebih mudah mendapatkan cita-cita itu,bisa kita memulai dengan membuat planning-planing untuk mempersiapkan sebua cita-cita.
                Mungkin hanya ini yang saya serap dari beliau saat menerangkan tentang SPO(strategi Pengenmbangan Organisasi).atas saran dan kritikannya saya harapkan serta semoga bermanfaat.

By : Ainul Abid

Saturday, January 19, 2013


Pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi pergerakan mahasiswa islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang beridiologi ahlussunnah wal jamaah. Dibawah ini adalah beberapa hal yang dat dikatakan sebagai penyebab berdirinya PMII.
1.       Carut marutnya situasi politik bangsa Indonesia dalam kurun waktu 1950-1959.
2.       Tidak menentunya system pemerintahan dan perundang-undangan yang ada.
3.       Tidak enjoynya lagi mahasiswa NU yang bergabung di HMI karena tidak terakomodasinya dan terpinggirkannya mahasiswa NU.
Kedekatan HMI dengan salah satu parpol yang ada (Masyumi) yang notabene HMI adalah undebouwnya.
Hal-hal tersebut diatas menimbulkan kegelisahan dan keinginan yang kuat dikalangan intelektua-intekektual muda NU untuk mendirikan organisasi sendiri sebagai wahana penyaluran aspirasi dan pengembangan potensi mahasiswa-mahasiswa yang berkultur NU. Disarming itu juga ada hasrat yang kuat dari kalangan mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berediologi ahlussunnah wal jamaah.
Proses berdirinya
                Proses kelahiran PMII terkait  dengan perjalanan Ikatan elajar Nahdlatul Ulama (INPU), yang lahir  pada 24 februari 1954, dan bertujuan untuk mewadahi dan mendidik kader-kader NU demi meneruskan perjuangan NU namun dengan pertimbangan aspek psikologis dan intelektualitas. Para mahasiswa NU menginginkan sebuah wadah tersendiri. Sehingga berdirilah ikatan mahasiswa Nahdhatul Ulama (IMANU) pada desember 1955 di Jakarta, yang diprakarsai oleh beberaa pimpinan pusat IPNU, diantaranya Tolchah Mansur, Ismail Maky, dll.
                Namun akhirnya IMANU tidak berumur panjang, karena PBNU tidak mengakui keberadaannya. Hal itu cukup beralasan mengingat pada saat itu baru saja dibentuk IPNU pada tanggal 24 Februari 1954,apa jadinya kalu bayi yang baru lahir belum mampu merangkak dengan baik sudah menyusul bayi baru yang minta diurus dan dirawat dengan baik lagi.
                Dibubarkannya IMANU tidak membuat semangat mahasiswa NU menjadi luntur, akan tetapi semakin mengobarkan semangat untuk memperjuangkanerebon 27-31 Desember 1958,  diambilah langkah komromi oleh BNU dengan mendirikian Deartemen Perguruan Tinggi IPNU untuk menampung aspirasi Mahasiswa NU namun setelah disadari bahwa departemen tersebut tidak efektif, serta tidak cukup kuat menampung aspirasi mahasiswa NU (Sepak terjang kebijakan masih harus terikat denga structural PP IPNU), akhirnya pada konverensi besar IPNU 14-17 Maret 1960 di Kaliurang Jogjakarta, melahirkan keputusan “perlunya didirikan suatu organisasi mahasiswa secara khusus bagi mahasiswa Nahdliyin”. Dibentuk panitia yang terdiri dari 13 orang dengan waktu 1 bulan dan tempatnya di Surabaya gedung Madrasah Mualimin Wonokromo Surabaya (YPP Khadijah sekarang /secretariat PC PMII Surabaya sekarang) pada tanggal 14-16 April 1960. Ke-13 orang tersebut adalah:
1.       Cholid Mawardi (Jakarta)                              8. Hilman (bandung)
2.       Said Budairi (Jakarta)                                      9. Laily Mansur (surakarta)
3.       M sobich ubaid (jakarta)                               10. Munsif Nahrawi (yogyakarta)
4.       M makmun syukri BA (bandung)                               11. Nuril Huda Suaidy (surakarta)
5.       H ismail makky (Yogyakarta)                        12. M Cholid Narbuko (malang)
6.       Abd wahab jailani (semarang)                    13. Ahmad Husain (makasar)
7.       Hisbullah huda (surabaya)  

Sebelum melakukan musyawarah mahasiswa nahdliyin 3dari 13 orang tersebut (yaitu Hisbullah huda, Said Budairy, dan M Makmun Syukri BA) tanggal 19 maret 1960 berangkat ke Jakarta untuk menghadap ketua tadfidziah PBNU, KH. Dr. Idham Khalid untuk meminta nasehat sebagai pedoman pokok. Pada pertemuan dengan PBNU  pada tanggal 24 maret 1960 ketua PBNU menekankan hendaknya organisasi yang akan di bentuk itu benar-benar dapat di andalkan sebagai kader partai NU dan menjadi mahasiswa yang berprinsip ilmu untuk di amalkan bagi kepentingan rakyat, bukan ilmu untuk ilmu.
Adapun musyawarah di kaliurang tersebut akhirnya menghasilkan keputusan :
1.       Berdirinya organisasi Nahdliyin, dan organisasi tersebut diberi nama ergerakan Mhasiswa Islam Indonesia.
2.       Penyusunan peraturan dasar PMII yang dalam mukodimahnya jelas dinyatakan bahwa PMII merupakan kelanjutan dari departemen perguruan tinggi  IPNU-IPPNU.
3.       Persidangan dalam musyawaroh Mahasiswa Nahdliyin itu dimulai tanggal 14-16 April 1960, sedangkan peraturan dasar PMII dinyatakan berlaku mulai  21 syawal 1379 H atau bertepatan pada tanggal 17 April 1960 sehingga PMII dinyatakan berdiri pada tanggal 17 Aril 1960.
4.       Memutuskan membentuk  tiga orang formatur yaitu Haji Mahbub Junaidi sebagai ketua umum, A Cholid Mawardi sebagai ketua 1, dan M Said Budairy sebagai sekretaris umum PB PMII, susuna pengurus pusat PMII periode pertama ini baru tersusun secara lengkap pada bulan Mei 1960.
Sejarah perkembangan
Orda lama (1960-1965)
                Dalam waktu yang relatif singkat, PMII mampu berkembang pesat sampai berhasil mendirikan 13 cabang yang terbesar di berbagai pelosok indonesia karena pengaruh besar NU. Dalam perkembangannya PMII juga terlibat aktiv, baik dalam pergulatan po;otik serta dinamika perkembangan kehidupan mahasiswa dan keagamaan di indonesia (1960-1965).
                Pada 16 Desember 1960 PMII masuk dalam PPMI dan mengikuti kongre IV PPMI (5 Juli 1961) di yogyakarta sebagai pertama kalinya PMII mengikuti kongres federasi organisasi ekstra universitas. Peran PMII tidak terbatas dida;am negri saja, tetapi juga terlibat dalam perkembangan duniainternasional. Terbukti pada bulan september 1960, PMII ikut berperan dalam konferensi Panitia Forum Pemuda Sedunia (Konstituen Meeting of Youth Forum) di Moscow, Uni Soviet. Tahun 1962 menghadiri seminar World Assembly of Youth (WAY) di kuala Lumpur, Malaysia Festifal Pemuda Sedunia di Helsinki, irlandia dan seminar General Unionof Palestina Student (GUPS) di kairo Mesir.
                Di dalam negri, PMII melibatkan diri terhadap persoalan politik dan kenegaraan, terbukti pada tanggal 25 Oktober 1965, berawal dari undangan Mentri Perguruan Tinggi Syarif Thoyyib kepada berbagai aktifis mahasiswa untuk membicarakan situasi nasional saat itu, sehingga dalam ujung pertemuan disepakati terbentuknya KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang terdiri dari PMII, HMI, dan GERMAHI yang dimaksudkan untuk menggalang kekuatan mahasiswa indonesia dalam melawan rongrongan dan meluruskan penyelawengan yang terjadi. Sahabat Zamroni sebagai wakil dari PMII dipercaya sebagai ketua Presidium, dengan keberadaan tokoh PMII diposisi strategis menjadi bukti diakuinya komitmen dan kapabilitas PMII untuk semakin  pro aktif dalam menggelorakan semangat juang demi kemajuan dan kejayaan indonesia.
                Usaha konkrit dari KAMI yaitu mengajukan TRITURA dikarenakan persoalan tersebut yang paling dominan menentukan arah perjalanan bangsa indonesia. Puncak aksi yang dilakukan KAMI adalah penumbangan Rezim Orde lama yang kemudian melahirkan Orde baru.
Orde Baru (1965-1998)
                Pmii tetap melakukan gerakan-gerakan moral terhadap kasus dan penyelewengan yang dilakukan oleh penguasa sejak orde baru
                Harus diakui bahwa sejarah paling besar dalam PMII adalah ketika digunakan oleh independensi dalam deklarasi Mumajati, 14 Juli 1972  dalam MUBES III tersebut dilakukan rekonstruksi perjalanan PMII selama 12 tahun analisa untung rugi ketika PMII tetap bergabung (dependen) pada induknya (NU), namun setelah itu pertimbangan tidak jauh dari proses pendewsaan. PMII sebagai organisasi kepemudaan ingin lebih eksis di mata bangsanya. Hal ini terlihat jelas dari tiga butir pertimbangan yang melatar belakangi independensi PMII tersebut:
·         Butir pertama, PMII melihat pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan indonesia yang bebbudi luhur, takwa kepada Allah, berilmu dan bertanggung jawab, serta cakapdalam mengamalkan ilmu pengetahuannya.
·         Butir kedua, PMII sebagai organisasi Pemuda Indonesia, sadar akan peranannya untuk ikut bertanggung jawabbagi keberhasilan bangsa untuk dinikmati oleh rakyat.
·         Butir ketiga, PMII yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan idialisme sesuai denga idialisme Tawang Mangu, menuntut berkembangnya sifat-sifat kreatif, sikap keterbukaan dan pembinaan ras dan tanggung jawab.
                Berdasarkan pertimbangan tersebut, PMII menyatakan diri sebagai organisasi independen, tidak terikat baik sikap maupun tindakan dengan siapapun, dan hanya komitmen dengan perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan pancasila.
                Sampai disini belum dijumpai adanya motif lain dari independensi itu kecuali proses pendewasaan. Hal ini didukung oleh manifesto butir terahir yang ,menyatakan bahwa dengan independensi PMII tersedia adanya kemungkinan-kemungkinan alternatif yang lebih lengkap lagi bagi cita-cita perjuangan organisasi yang berdasarkan islam yang Ahlussunnah wal Jamaah.
Mahbub Junaidi, Sosok kelahiran 27 juli 1993 ini begitu gemar menulis, bahkan ia pernah bersatement “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis”. Tokoh kelahiran jakarta ini memulai karier menulisnya ketiaka Ia duduk di bangku Sekolah, sebagai Redaktur majalah Sekolah.
Ia adalah anak pertama dari 13 Saudara kandungnya, mengenyam pendidikan SD di Solo. Keluarganya harus mengungsi di SOLO karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Pemahaman Ke-Islamannya nya Ia tempuh di madrasah Mabaul Ulum. Di pesantrenlah Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya,” cerita Mahbub. Ayahandanya  H. Djunaidi  adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955.
Saat Belanda menduduki Solo, Mahbub Junaidi muda dan keluarganya kembali ke Jakarta, 1948.  kemudian ia menjadi siswa SMA Budi Utomo,Sejak itulah ia menulis sajak, cerpen, dan esei. Tulisan-tulisannya banyak dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Melanjutkan perjuangan ayahandanya ia juga menjadi anggota Ikatan Pelajar NU (IPNU). Kuliahnya di UI terhenti hanya sampai tingkat II.
Dalam sejarah republik ini, pernah muncul seorang tokoh aktivis mahasiswa yang sangat multi talenta,bahkan hampir jarang ditemukan sosok yang lengkap seperti beliau saat ini, beliau adalah Mahbub Junaidi (Jakarta, 27 Juli 1933). Mahbub adalah seorang tokoh satrawan, jurnalis, organisatoris, agamawan dan politisi. Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart.
Dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris. Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Junaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno, dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut.”
Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua.”Kalau istilah bahasa Ciputat dan sekitarnya, Mahbub sosok yang berbahasa nyablak.
Humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur, “dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup.”
Sebagai kolumnis, tulisan Ketua Umum PB PMII Tiga Periode Ini kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO. Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Sang Pendekar Pena ini. Akibat tulisannya yang tajam, Ia pernah ditahan selama satu tahun di tahun 1978. jeruji besi dan gelapnya penjara tak menghambat nalar menulisnya di dalam penjara ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis sebuah novel Maka Lakulah Sebuah Hotel. Jaya, 1975.
Dalam kariernya sebagai aktivis mahasiswa, Mahbub Junaidi pernah menjadi ketua PP. HMI, kemudian mengundurkan diri dan bersama sahabat-sahabatnya membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 1960, dan pada saat itu juga Mahbub Junaidi terilih sebagai ketua umum PMII yang pertama.
Sosok yang memimpin PMII sejak tahun 19960-1967 ini  mengagumi pengarang Rusia Anton Chekov dan Nikolai Gogol. Sedang Penulis Dalam Negri yang Ia kagumi adalah Buya Hamka dan Pramudya Ananta Toer.  Meski sering berkunjung ke luar negeri, pengalaman yang menarik baginya adalah , ” bergaul dan berdiskusi dengan Bung Karno,Sang Revolusioner RI,” Ujar ayah tujuh anak, yang sudah dua kali naik haji ini. Baginya tanpa Soekarno, Indonesia tak mungkin bersatu di era Revolusi 1945
Saat HMI pernah ingin di bubarkan oleh Bung Karno, dikarenakan tokoh-tokoh Masyumi terlibat dalam pemberontakan PRRI PERMESTA di Sumatera Barat,Mahbub langsung berangkat ke Istana Bogor unuk berdialog langsung dengan Bung Karno, dan pemintaan Mahbub sangat tegas, yaitu “HMI jangan di bubarkan.” Dan akhirnya tuntutannya itu terkabul.
Di masa pemerintahan Orde baru adalah masa pesakitan bagi Mahbub Junaidi, beliau merasa kariernya sebagai wartawan yang kritis dan lugas terasa dibungkam pada saat itu, bahkan beliau pernah dipenjara oleh rezim tersebut karena dituduh terlibat dalam peristiwa G 30 S/PKI,padahal itu sesat setelah beliau terpilih sebagai ketua PWI.
Profil Karier Beliau:
Ketua Umum PP.PMII tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta. Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Menjabat sebagai Ketua Umum PWI pusat dan pimpinan Redaksi harian Duta Masyarakat (1965–1967), ketua dewan kehormatan PWI (1979 – 1983), anggota DPR GR (1967-1971), Wakil Ketua PB NU (1984-1989), Wakil sekjen DPP PPP, Anggota DPR/MPR RI (1971-1982), Pencetus “Khittah Plus” , Ketua Majlis Pendidikan Soekarno dan anggota mustasyar PB NU (1989-1994).
Mahbub Junaidi namanya, “Pendekar Pena” panggilannya. Tokoh multi talenta ini kini telah tiada, sejarah pergerakannya yang sempat dibenam oleh rezim berkuasa, namun karya-karyanya dan jasa-jasanya telah tertoreh dalam tinta emas dunia pergerakan dan jurnalis ,sehingga para aktivis mahasiswa bisa mengambil pelajaran besar dari sosok tokoh multi talenta seperti Mahbub Junaidi.
Langsung Saja menuju ke TKP
  • Buka foto anda dalam Photoshop CS3
  •       Pada menu tools, klik gambar dibawah berikut: atau gunakan shortcut ‘L’ untuk menyeleksi bagian yang ingin di putih kan. 
  • Seleksilah bagian yang ingin diputihkan.

  • Kemudian gunakan pilihan Selective Color pada menu image->Adjustment->Selective Color


  • Tampilan Selective Color         


·         Pada Colors: Reds, ubah/ kurangi value % pada Black & yellow seperti gambar dibawah:


·         Hasil Akhir..

·         Editlah sesuai keinginan..                                                       

Semoga Tutorial Cara Membersihkan wajah dengan Photoshop ini bermanfaat bagi sobat semua dan bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kreativitas sobat dalam mendesain sebuah Foto atau gambar
Setelah sahabat membuat blog dan sudah masuk dengan menggunakan account di blogspot, judul blog dan memilih layout seperti pada bagian pertama. Langkah selanjutnya adalah membuat sebuah tulisan atau membuat postingan di blogspot.

1. Untuk memulai menulis (posting), Pada halaman Dasbor klik tombol Entri Baru,

2. Akan muncul halaman posting,
Ketik judul, dan teks
Untuk menambah gambar klik tombol tambah gambar yang ada di toolbar editor
 

3. Akan muncul kotak dialog berikut, pilih tombol Browse, pilih gambar yan akan disisipkan ke dalam postingan, tekan tombol open


4. Klik tombol unggah gambar, untuk upload gambar
Tunggu hingga proses upload selesai, jika sukses maka gambar akan muncul di kotak teks editor

5. Untuk membuat link, misalkan anda mengambil referensi dari web lain, bisa anda atmabahkan dengan memblok teks yang ada di kotak tek editor, kemudian tekan tombol link yang ada di tollbar, pada url masukkan alamat url website sumber artikel tsb.
Klik OK

6. Jika muncul kotak sepert diatas tekan tombol simpan sebagai konsep
Tekan tombol edit


7. Maka akan muncul halaman seperti gambar di langkah no.5
Tekan Tombol terbitkan entri, maka akan muncul halaman berikut
Klik lihat blog di jendela baru untuk melihat hasilnya.



Nah sahabat itu tadi cara untuk posting atau memasukkan artikel ke dalam blog kita, jika ada pertanyaan silahkan komentar di bawah